27 °C Bandung, ID
29 February 2020

Mengangkat Tangan adalah Sebab Dikabulkannya Doa

Hukum asal dari mengangkat tangan ketika berdoa adalah disyari’atkan. Hal ini disebutkan dalam banyak sekali hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagian menyebutkan lebih dari lima puluh hadits dan sebagian lainnya menyebutkan sampai mendekati seratus hadits, sehingga disyari’atkannya mengangkat tangan ketika berdoa itu telah mencapai derajat mutawatir secara makna. Bahkan syari’at menjadikan mengangkat tangan sebagai salah satu sebab dikabulkannya doa tersebut oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن ربكم حيي كريم، يستحي من عبده إذا رفع إليه يديه أن يردهما صفرا.

“Sesungguhnya Rabb kalian itu pemalu dan dermawan. Dia malu kepada hamba-Nya ketika berdoa mengangkat kedua tangannya tetapi kemudian Dia menolaknya dengan hampa.” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 1488), at-Tirmidziy (no. 3556), Ibn Majah (no. 3865), dan dishahihkan oleh al-Hakim]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

إن الله طيب لا يقبل إلا طيبا، وإن الله أمر المؤمنين بما أمر به المرسلين، فقال تعالى: {يـٰأَيُّهَا الَّذينَ ءامَنوا كُلوا مِن طَيِّبـٰتِ ما رَزَقنـٰكُم وَاشكُروا لِلَّـهِ إِن كُنتُم إِيّاهُ تَعبُدونَ}، وقال سبحانه: {يـٰأَيُّهَا الرُّسُلُ كُلوا مِنَ الطَّيِّبـٰتِ وَاعمَلوا صـٰلِحًا}، ثم ذكر الرجل يطيل السفر أشعث أغبر يمد يديه إلى السماء يا رب يا رب، ومطعمه حرام، ومشربه حرام، وملبسه حرام، وغُذي بالحرام، فأنى يُستجاب له؟

“Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Dan Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman dengan apa yang Allah perintahkan kepada para rasul. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu beribadah.’ [Surat al-Baqarah, 172] Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman, ‘Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih.’ [Surat al-Mu’minun: 51]

Kemudian beliau menyebutkan tentang seseorang yang sedang dalam perjalanan yang jauh, keadaannya kumal dan berdebu, dia membentangkan tangannya ke langit sembari berkata, ‘Wahai Rabb-ku, wahai Rabb-ku,’ sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan asupannya adalah dari yang haram, maka bagaimana bisa doanya tersebut dikabulkan?” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Muslim]

Maka, dalam hadits di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa mengangkat tangan adalah di antara sebab dikabulkannya doa, sementara memakan makanan yang haram adalah di antara sebab terhalangnya doa.

@ Slipi, Jakarta Barat, 26 Rabi’ul-Awwal 1441

Penulis: Dr. Andy Octavian Latief

Artikel andylatief.net

Artikel Terkait

Leave a Reply