21 °C Bandung, ID
17 February 2020

Mengerjakan Ibadah Setelah Ada Sebab Wajibnya tetapi Sebelum Ada Syarat Wajibnya

Ada dua kaidah yang wajib dipahami dalam masalah ini:

Kaidah Pertama:

فعل العبادة قبل وجود سبب وجوبها لا يصح.

“Mengerjakan ibadah sebelum ada sebab wajibnya maka tidak sah.”

Kaidah Kedua:

فعل العبادة بعد وجود سبب وجوبها صحيح ولو كان قبل وجوبها أو قبل شرط وجوبها.

“Mengerjakan ibadah setelah ada sebab wajibnya maka sah, walaupun sebelum ibadah tersebut menjadi wajib atau sebelum ada syarat wajibnya.”

Jika kita terapkan kedua kaidah ini pada masalah zakat mal, maka:

  • Membayar zakat mal sebelum hartanya mencapai nishab itu tidak sah sebagai zakat, sehingga amalannya tersebut akan terhitung sebagai sedekah saja.
  • Membayar zakat mal setelah hartanya mencapai nishab tetapi sebelum mencapai haul, maka itu sah.

Oleh karena itu, jika kita mendapatkan gaji setiap bulannya lalu langsung mengeluarkan zakat sebesar 2,5% dari gaji bulanan kita tersebut, maka ini sah selama total harta kita (yakni, total uang kita baik di tabungan ataupun cash) telah melebihi nishab. Boleh bagi kita untuk membayar zakat dengan cara seperti ini, yaitu langsung membayarkan zakat gaji bulanan kita sesaat setelah gaji tersebut turun selama total uang kita telah melebihi nishab, walaupun pada asalnya adalah kita mengeluarkan zakat mal setelah uang kita tersebut telah mencapai haul, yaitu satu tahun hijriyyah.

Semoga bermanfaat.

@ Bandara Adisucipto, Yogyakarta

Penulis: Dr. Andy Octavian Latief

Artikel andylatief.net

Artikel Terkait

Leave a Reply